Berakhlak Mulia

Posted on 18 April, 2015  in Kampus

Sebagai seorang mukmin, kita diperintahkan untuk menjadikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai suri teladan, tokoh panutan. Salah satunya adalah berakhlak mulia, baik itu kepada orang tua, guru, teman, anak kecil, ataupun lingkungan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia yang palng mulia akhlaknya.
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat…” (QS. Al-Ahzab: 21).
Hendaknya kita menaruh perhatian yang besar terhadap perkara ini. Karena inilah tujuan diutusnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. “Sesungguhnya aku diutus tidak lain hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (Hadits)
Rasulullah adalah orang yang paling baik akhlaknya, baik kepada keluarga ataupun orang lain. Rasulullah tidak pernah memukul istri beliau, tidak pernah pula memarahi, menyindir, atau memerintah dengan kasar kepada pembantu, tidak pernah berkata keji dan kotor. (more…)

Curigailah Shalatmu

Posted on 17 April, 2015  in Kampus

Bismillahirrahmanirrahim

Segala puji hanya bagi Allah ‘Azza wa Jalla, Dzat Yang Maha Agung lagi Maha Perkasa. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sejak kecil, kita telah diajarkan untuk mengerjakan shalat meskipun kita belum tahu kenapa kita harus mengerjakannya. Shalat adalah tiang agama, “Pokok perkara adalah Islam, tiangnya adalah shalat, dan puncak perkaranya adalah jihad” (HR. Tirmidzi no. 2616. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Shalat adalah suatu hal yang membedakan seorang mukmin dengan orang kafir, suatu hal yang dapat memberikan efek berantai kepada amalan-amalan lain. Ya, ketika lalai dalam shalat, maka amalan-amalan yang lainpun akan rusak. (more…)

Merintis Jalan Menuju Surga

Posted on 5 April, 2015  in Kampus

Segala puja dan puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam, yang telah memberikan kita hidayah dan pertolongan-Nya sehingga kita dapat mengenal Islam dan menjadi bagiannya. Shalawat dan salam untuk Rasulullallah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah menunaikan tugasnya sebagai Rasul dengan sangat baik sehingga cahaya Islam sampai kepada kita.
Saudaraku, banyak orang yang ingin mendapatkan kebahagiaan di akhirat kelak: masuk surga, kembali ke kampung halaman kita. Ya, kampung halaman kita karena nenek moyang kita, Nabi Adam ‘alahis salam berasal dari surga. Namun, tidak semua orang menitih jalan yang benar untuk menuju surga.
Saudaraku, betapa banyak orang yang ingin masuk surga, tetapi mereka lalai dari majlis ilmu. Mereka malah sibuk dalam urusan dunia. Mereka khawatir dengan rezeki mereka, tetapi mereka tidak khawatir dengan amalan mereka, padahal Allah ‘Azza wa Jalla telah menjamin rezeki mereka, tetapi tidak dengan amalan mereka. (more…)

Menjadi Orang Asing di Dunia

Posted on 4 April, 2015  in Taujih
Bahan Background

Dari Ibnu Umar radhiallohu ‘anhuma beliau berkata: Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah memegang kedua pundakku seraya bersabda, “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau musafir.” Ibnu Umar berkata: “Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan jika engkau berada pada waktu pagi hari jangan menunggu datangnya sore. Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum mati.” (HR. Bukhori) (more…)

Menepati Janji

Posted on 29 March, 2015  in Kampus

Segala puji hanya bagi Allah Ta’ala, Rabb semesta alam yang telah memberikan berbagai macam nikmat kepada kita. Semoga shalawat dan salam selau kita curahkan kepada Nabi besar Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga beliau, sahabat beliau, serta orang-orang yang mengikuti mereka hingga hari akhir kelak.
Saudaraku sesama muslim, wajib bagi kita untuk menepati janji yang telah kita ucapkan, baik kepada Allah (nazar) ataupun manusia. Apalagi jika kita berjanji dengan mengatakan insyaAllah (padahal kita diperintahkan untuk mengatakan insyaAllah ketika berjanji), karena kita berjanji dengan nama Allah, maka seyogyanya kita tidak menganggap remeh janji yang kita ucapkan. Mengucapkan insyaAllah ketika berjanji bukan menjadikan janji kita dapat kia langgar sewaktu-waktu, akan tetapi justru harus kita tepati dengan seluruh kemampuan yang kita miliki.

Menepati janji adalah karakter seorang muslim, identitas seorang muslim. Allah Ta’ala berfirman, “Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.” (Al-Mu`minun: 8).
Dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Jagalah enam perkara dari kalian niscaya aku jamin bagi kalian surga; jujurlah bila berbicara, tepatilah jika berjanji, tunaikanlah apabila kalian diberi amanah, jagalah kemaluan, tundukkanlah pandangan dan tahanlah tangan-tangan kalian (dari sesuatu yang dilarang). (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, Al-Hakim dan Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, lihat Ash-Shahihah no. 1470)
Menepati janji adalah penting agar kita tidak termasuk golongan orang munafik. Rasulullah bersabda, Tanda-tanda munafik ada tiga: apabila berbicara dusta, apabila berjanji mengingkari, dan apabila dipercaya khianat. (HR. Muslim, Kitabul Iman, Bab Khishalul Munafiq no. 107 dari jalan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Kita dilarang untuk mengingkari janji meskipun terhadap anak kecil.
Abu Dawud rahimahullahu telah meriwayatkan hadits dari shahabat Abdullah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhuma dia berkata: “Pada suatu hari ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk di tengah-tengah kami, (tiba-tiba) ibuku memanggilku dengan mengatakan, ‘Hai kemari, aku akan beri kamu sesuatu!’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan kepada ibuku, ‘Apa yang akan kamu berikan kepadanya?’ Ibuku menjawab, ‘Kurma.’ Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ketahuilah, seandainya kamu tidak memberinya sesuatu maka ditulis bagimu kedustaan.” (HR. Abu Dawud bab At-Tasydid fil Kadzib no. 498, lihat Ash-Shahihah no. 748)

Adapun perjanji dalam bermaksiat, maka kita dilarang untuk melaksanakannya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dan kaum muslimin (harus menjaga) atas persyaratan/perjanjian mereka, kecuali persyaratan yang mengharamkan yang dihalalkan atau menghalalkan yang haram.” (Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 1352, lihat Irwa`ul Ghalil no. 1303)

Sumber : akhwat.web.id