• Menepati Janji

    Segala puji hanya bagi Allah Ta’ala, Rabb semesta alam yang telah memberikan berbagai macam nikmat kepada kita. Semoga shalawat dan salam selau kita curahkan kepada Nabi besar Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga beliau, sahabat beliau, serta orang-orang yang mengikuti mereka hingga hari akhir kelak.
    Saudaraku sesama muslim, wajib bagi kita untuk menepati janji yang telah kita ucapkan, baik kepada Allah (nazar) ataupun manusia. Apalagi jika kita berjanji dengan mengatakan insyaAllah (padahal kita diperintahkan untuk mengatakan insyaAllah ketika berjanji), karena kita berjanji dengan nama Allah, maka seyogyanya kita tidak menganggap remeh janji yang kita ucapkan. Mengucapkan insyaAllah ketika berjanji bukan menjadikan janji kita dapat kia langgar sewaktu-waktu, akan tetapi justru harus kita tepati dengan seluruh kemampuan yang kita miliki.

    Menepati janji adalah karakter seorang muslim, identitas seorang muslim. Allah Ta’ala berfirman, “Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.” (Al-Mu`minun: 8).
    Dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Jagalah enam perkara dari kalian niscaya aku jamin bagi kalian surga; jujurlah bila berbicara, tepatilah jika berjanji, tunaikanlah apabila kalian diberi amanah, jagalah kemaluan, tundukkanlah pandangan dan tahanlah tangan-tangan kalian (dari sesuatu yang dilarang). (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, Al-Hakim dan Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, lihat Ash-Shahihah no. 1470)
    Menepati janji adalah penting agar kita tidak termasuk golongan orang munafik. Rasulullah bersabda, Tanda-tanda munafik ada tiga: apabila berbicara dusta, apabila berjanji mengingkari, dan apabila dipercaya khianat. (HR. Muslim, Kitabul Iman, Bab Khishalul Munafiq no. 107 dari jalan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

    Kita dilarang untuk mengingkari janji meskipun terhadap anak kecil.
    Abu Dawud rahimahullahu telah meriwayatkan hadits dari shahabat Abdullah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhuma dia berkata: “Pada suatu hari ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk di tengah-tengah kami, (tiba-tiba) ibuku memanggilku dengan mengatakan, ‘Hai kemari, aku akan beri kamu sesuatu!’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan kepada ibuku, ‘Apa yang akan kamu berikan kepadanya?’ Ibuku menjawab, ‘Kurma.’ Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ketahuilah, seandainya kamu tidak memberinya sesuatu maka ditulis bagimu kedustaan.” (HR. Abu Dawud bab At-Tasydid fil Kadzib no. 498, lihat Ash-Shahihah no. 748)

    Adapun perjanji dalam bermaksiat, maka kita dilarang untuk melaksanakannya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dan kaum muslimin (harus menjaga) atas persyaratan/perjanjian mereka, kecuali persyaratan yang mengharamkan yang dihalalkan atau menghalalkan yang haram.” (Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 1352, lihat Irwa`ul Ghalil no. 1303)

    Sumber : akhwat.web.id

  • Macam-macam Amanah

    Amanah dilihat dari sisi kepada siapa dia ditunaikan dan apa saja cakupannya dijelaskan oleh ayat berikut ini.

    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (QS. Al-Anfal: 27)

    Ayat ini menjelaskan bahwa amanah ditinjau dari sisi kepada siapa dia ditunaikan dan apa saja cakupannya dapat dibagi menjadi tiga bagian: [Read More…]

  • Pengurus MADANI 2015

    Daftar Pengurus MADANI 2015 Fakultas Sains dan Matematika Undip

    Download

  • Biodata Calon Mas’ul dan Surat Murabbi

    Download >> BIODATA CALON MAS’UL

    Download >> Rekomendasi Murabbi

  • Open Recruitment Madani FSM Undip

    10676277_765811490140038_3749668789895068349_n