Berdoa, Cermin Kerendahan Hati Seorang Hamba

istanbul-594623_640

Bismillahirrahmanirrahim.

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, atas limpahan rahmat dan nikmat-Nya kepada kita sehingga kita dapat merasakan manisnya iman dan sehatnya badan dan jiwa. Shalawat salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Berdoa adalah menunjukkan bahwa seorang hamba itu pada hakikatnya lemah dan butuh kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Berdoa juga menunjukkan bahwa seorang hamba bergantung sepenuhnya kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Tidak ada satu pun makhluk yang tidak bergantung kepada Allah.

Berdoa dapat menjauhkan seseorang dari sikap sombong. Karena dengan berdoa ia menyadari bahwa dirinya tidak memiliki kekuatan sedikitpun dalam menghadapi permasalahan di dunia ini, bahwa ia tidak memiliki daya untuk menggapai apa yang ia inginkan dan apa yang ia cita-citakan, kecuali dengan pertolongan dari Allah Ta’ala.

Allah berfirman, “Berdo’alah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk Neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. Ghafir : 60)

Di antara keutamaan berdoa adalah berdoa termasuk ibadah yang mulia di sisi Allah.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada sesuatu yang paling mulia di sisi Allah daripada doa”. (Sunan At-Timidzi, bab Do’a 12/263, Sunan Ibnu Majah, bab Do’a 2/341 No. 3874. Musnad Ahmad 2/362).

Referensi :

almanhaj.or.id – Keutamaan dan Kemuliaan Doa